Membantu Kemampuan Anak dalam Menjalin Pertemanan

Terkadang anak-anak banyak yang merasa minder,kurang PD dan terkadang menganggap dirinya adalah rendah dan kemampuan di bawah teman-temannya. Jangan anggap remeh bila fenomena ini terfadi pada anak anda soalnya dampak yang lebih parah akan timbul dalam perkembangan mental anak anda. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan membantu anak untuk berinteraksi dengan bergabung atau sering komunikasi dengan anak-anak sebaya/seumurannya. ini akan dapat merangsang pertumbuhan mental anak dan juga akan merangsang percaya diri mereka secara Kreatif.

Untuk mengarahkan anak ke arah tersebut kita harus dapat membantu meningkatkan kemampuan anak untuk menjalin hubungan pertemanan mereka. Di bawah ini ada beberapa tips dan tolak ukur sederhana yang dapat digunakan untuk membantu anak agar lebih supel dalam pergaulannya!

Langkah pertama yang perlu dilakukan orangtua untuk meningkatkan kemampuan anak dalam membina pertemanan adalah menilai kekuatan dan kelemahan dirinya.  Selanjutnya, ikuti langkah berikut.

LANGKAH PERTAMA :

* Bersikaplah jujur
Perhatikan benar kemampuan anak menjalin pertemanan dan bagaimana ia menjalin relasi dengan orang lain.ajarkanlah agar anak benar-benar jujur karena bersikap jujur kelak akan sangat berguna untuk memupuk kemampuan anak untuk memecahkan masalah yang benar-benar mereka hadapi bukan malah lari dari masalah mereka.

* Observasi
Observasi bagaimana ia berinteraksi dengan teman-teman sepergaulannya. Namun, jangan sampai ia tahu tengah diamati. karwna anak akan merasa di kekang dan benar-benar merasa diawasi.

* Pergaulan yang berbeda
Amati pula dalam lingkup pergaulan yang berbeda. Perhatikan juga ketika ia tengah bersama seorang teman ataupun selagi berada dalam kelompok, apakah itu di tengah anak-anak yang usianya lebih muda ataupun yang lebih tua.karena lingkungan adalah faktor terbesar pembentuk mental anak

* Teman yang populer
Perhatikan pula anak-anak lain yang Anda yakini populer di mata si kecil. Cobalah selami, kira-kira apa yang membantunya jadi populer di mata si kecil.

* Berbincang dengan orangtua lain
Sempatkan waktu untuk berbincang dengan orangtua teman-teman si kecil. Tanyakan kepada mereka kemampuan apa saja yang mereka anggap penting untuk membantu anak-anaknya membina pertemanan sekaligus mempertahankan ikatan persahabatan. Sempatkan juga untuk mengobrol dan tanya pendapat orang-orang di sekitar Anda yang cukup mengenal dan menaruh peduli kepada si kecil.

* Catat

Ambil notes dan jangan lupa tuliskan semua hasil penemuan Anda berdasarkan panduan di atas.

LANGKAH BERIKUTNYA

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, ikuti tes sederhana berikut ini:

Berikut daftar perilaku yang sering ditunjukkan anak yang butuh bantuan meningkatkan kemampuannya menjalin persahabatan.  Untuk jawaban:

  1. Jawaban “selalu” beri poin 5,
  2. jawaban “kadang-kadang” beri 3 poin, dan
  3. jawaban “tidak pernah” beri poin 0.

Daftar Perilaku Anak :

  • * Tidak pernah mau berbagi atau bergantian.
  • * Bertingkah laku seperti orang kalah yang selalu minta dikasihani.
  • * Jarang sekali mau bekerja sama.
  • Kurang memperlihatkan empati terhadap perasaan orang lain.
  • Tak memiliki kemampuan untuk memainkan aneka permainan.
  • * Kelewat ngotot untuk selalu memenangkan persaingan.
  • * Tidak bisa membaca isyarat-isyarat pergaulan.
  • * Menunjukkan tingkah laku kurang matang saat berada dalam kelompok seusianya.
  • * Menunjukkan tingkah laku kelewat matang saat berada dalam kelompok seusianya.
  • * Menimbun mainan dan tak pernah mau berbagi dengan siapa pun.
  • * Sopan santunnya amat memprihatinkan.
  • * Ceroboh, perilakunya membahayakan, cenderung mengambil risiko.
  • * Berbuat dan mengeluarkan pendapat tanpa dipikirkan.
  • * Merasa dirinya selalu kurang dibandingkan dengan temannya.
  • * Licik dan kejam.
  • * Senantiasa menjaga jarak atau justru kelewat lengket dengan siapa saja.
  • * Sok mengatur, selalu menuntut orang lain untuk mengikut segala kemauannya.
  • * Terbiasa menggunakan ekspresi memelas atau merajuk sebagai senjata.
  • * Kelewat kritis dan gampang menghakimi orang lain.
  • * Selalu memotong pembicaraan orang lain, tetapi tak pernah mau mendengarkan orang lain.

SKORING

Selanjutnya, jumlahkan berapa skor total yang didapat.

  • Skor 75-100 : Si kecil memiliki permasalahan serius seputar jalinan persahabatan. Intervensi berupa bantuan sesegera mungkin sangat dibutuhkannya.
  • Skor 50-75 : Ada masalah yang tak kalah serius dan mesti dicarikan solusinya.
  • Skor < 50 : Adanya masalah yang mesti diluruskan, tetapi belum sampai ke taraf yang membuat panik.

Kalau Anda menemukan kelemahan-kelemahan (yang tentu masih sesuai dengan anak seusianya), pastikan arena mana yang akan menjadi pusat perhatian Anda. Yang pasti, membina pertemanan dibangun dari sekian banyak keterampilan yang bisa Anda ajarkan, kok.

2 thoughts on “Membantu Kemampuan Anak dalam Menjalin Pertemanan”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *