Hati-hati Menamakan sebuah Peristiwa!!

sej105_11Nama adalah sebuah identitas yang digunakan sebagai identitas,ciri dan juga pengenalan diri dari suatu hindividu atau mahluk hidup. Sejak jaman dahulu untuk membedakan antara sesama manusia manusia menggunakan sebuah nama. Nama diambil dari sebuah peristiwa atau sebuah kejadian atau bahkan diambil dari sebuah kata yang bermakna Indah hal ini agar manusia dalam hidupnya sesuai dengan harapan yang terkandung dalam nama.

Sejak dahulu masyarakat kita mengsakralkan dari arti sebuah nama contoh Pandji winoto menurut sang pembuat nama (Babeku tentunya) mengatakan Pandji adalah simbol atau lambang atau anak bangsawan dalam cerita hikayat maupun dalam sejarah sedangkan Winoto artinya jalan hidupnya telah tertata dalam arti yang positif, jadi maknanya adalah sebuah simbol yang memang sudah di takdirkan berbau makna positif yang telah tertata.

Manusia juga percaya dengan nama mencerminkan perbuatan atau mencerminkan nasib dari orang tersebut. Dan nama sudah dianggap sebagai suatu yang sakral bagi yang empunya nama. Ada nama yang dianggap pembawa keberuntungan seperti BEJO (dalam bhs Jawa berarti Untung), Slamet,Sugeng(selamat) atau Budi (artinya berbudi) tapi ada juga nama yang dianggap sebagai pembawa sial dalam kalangan masyarakat tertentu seperti Yudas (dalam agama nasrani adalah seorang penghianat)

Mungkin ini yang disebut nama pembawa sial. Sebuah pameran bertajuk “Pencurian Barang Antik di Israel” bermaksud “memestakan” barang-barang antik yang berhasil diselamatkan dari para pencuri.

Sialnya, barang-barang itu, termasuk sebuah cincin perak yang pernah dikenakan Alexander Agung (seorang pemimpin agung yang menguasai hampir 1/3 dunia), justru dirampok pada pameran tersebut. Penyelenggara tampaknya telah tepat memilih nama (tanpa disangka-sangka inilah hasil dari penamaan yang dikira unik dan dapat menarik banyak peminat dalam pameran tersebut).

Rabu lalu, para perampok memasuki sebuah museum di Ashdod. Di museum itu terdapat ratusan artefak yang berhasil diselamatkan dari pasar gelap. Para perampok masuk ke dalam museum dan mengambil beberapa barang berharga, termasuk sebuah cincin perak milik Alexander Agung.

Harian Haaretz sebagaimana dikutip Telegraph, Jumat (22/1/2010), mengatakan, para perampok juga mengambil sebuah koin perak tua dan sejumlah benda hasil galian arkeologis termasuk sebuah tombak perunggu, sepasang anting emas, sejumlah tembikar, dan koin dari zaman Helenistik.

Pameran di Korin Maman Museum di kota pantai di Ashdod itu diselenggarakan untuk mendidik publik Israel tentang upaya mengadang pencurian barang-barang antik.

Mungkin ini yang disebut nama pembawa sial. Sebuah pameran bertajuk “Pencurian Barang Antik di Israel” bermaksud “memestakan” barang-barang antik yang berhasil diselamatkan dari para pencuri.

Sialnya, barang-barang itu, termasuk sebuah cincin perak yang pernah dikenakan Alexander Agung, justru dirampok pada pameran tersebut. Penyelenggara tampaknya telah tepat memilih nama.

Rabu lalu, para perampok memasuki sebuah museum di Ashdod. Di museum itu terdapat ratusan artefak yang berhasil diselamatkan dari pasar gelap. Para perampok masuk ke dalam museum dan mengambil beberapa barang berharga, termasuk sebuah cincin perak milik Alexander Agung.

Harian Haaretz sebagaimana dikutip Telegraph, Jumat (22/1/2010), mengatakan, para perampok juga mengambil sebuah koin perak tua dan sejumlah benda hasil galian arkeologis termasuk sebuah tombak perunggu, sepasang anting emas, sejumlah tembikar, dan koin dari zaman Helenistik.

Pameran di Korin Maman Museum di kota pantai di Ashdod itu diselenggarakan untuk mendidik publik Israel tentang upaya mengadang pencurian barang-barang antik.

hahah Mungkin pameran dapat diganti judul atau namanya menjadi”Pengembalian Barang Anti dari pencuri” mungkin para penjahat akan segera mengembalikan barang antik yang telah lama hilang!! ada-ada saja!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *