Raksasa Perekonomian Dunia Bergeser Ke Asia

dollar-kompasSetelah krisis ekonomi part 2  yang beberapa bulan yang lalu melanda dunia menagkibatkan ambruknya beberapa perusahaan besar yang selama ini berpengaruh pada perokonomian dunia yang terletak dinegara-negara maju seperti amerika,negara-negara di eropa,rusia dan sejumlah negara maju dibelahan dunia ikut terkena imbasnya. Namun kawasan Asia sendiri dampak yang dirasakan sangatlah kecil,kita lihat china, singapura dan Indonesia bahkan mampu menunjukan bahwa dalam keadaan krisis negara mereka dapat menunjukan perkembangan ekonomi yang lumayan tinggi.

Kekuatan ekonomi terbesar dunia mulai bergeser ke Asia. Salah satu indikator yang mencolok adalah persebaran perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar dunia yang berubah signifikan dalam satu dekade terakhir.

Menurut riset yang dilakukan The Wall Street Journal baru-baru ini,sepanjang 1999–2009 telah terjadi perubahan besar dalam daftar 25 perusahaan papan atas dunia yang menunjukkan pergeseran kekuatan. Sepuluh tahun lalu (1999), tercatat 7 dari 10 korporasi top dunia adalah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Namun, kini (2009) tinggal empat perusahaan AS yang bertahan dalam daftar perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar itu.Keempat korporasi tersebut adalah Exxon Mobil (USD322,8 miliar), Microsoft (USD262,8 miliar),Wal- Mart Stores (USD201 miliar), dan Google (USD188,4 miliar).

Perusahaan energi Exxon Mobil menjadi nomor satu tahun ini menggusur raksasa software Microsoft yang berjaya pada 1999. Yang mengejutkan adalah masuknya tiga perusahaan China dalam posisi top ten. Bank of China dengan nilai kapitalisasi USD267 miliar, Petro China USD216 miliar,dan China Construction Bank USD191,6miliar. Ketiga perusahaan Negeri Tirai Bambu itu belum pernah masuk daftar 25 perusahaan terbesar dunia pada 1999. Selain China dan AS,Brasil,Australia, dan Inggris pun masing-masing menempatkan satu perusahaan dalam daftar top ten 2009. Apa yang menyebabkan perubahan mengejutkan itu?

Salah satunya adalah runtuhnya perusahaan investasi terbesar AS Lehman Brothers yang kemudian mengakibatkan krisis ekonomi dunia pada 2008. Faktor lain,menurut Rosabeth Moss Kanter,profesor Harvard Business School AS,adalah pertumbuhan internet yang sangat pesat yang mampu menggerakkan perdagangan dan melahirkan orang-orang kaya baru.Kelompok inilah yang membinasakan industri tradisional. Para pemain global dari negara-negara emerging economy makin menguatkan posisinya dalam daftar bisnis top dunia. Sementara Wall Street masih sibuk berbenah diri setelah dihantam krisis finansial.Adapun pemerintahan berbalik arah mengurangi ketergantungan mereka pada ekonomi global.

Dalam situasi itu, perusahaan- perusahaan tumbuh begitu instan, terlalu kompetitif, dan membuat dunia semakin sempit.Salah satu langkah saja akibatnya fatal.Para eksekutif perusahaan bisa terjerumus dari posisinya sebagai pahlawan menjadi pecundang dalam satu pekan saja.“Depresi dan kegembiraan (jatuh dan bangun) tampaknya lebih besar dan berdampak lebih luas,” ujar Rosabeth Moss Kanter. Euforia internet yang diramalkan bakal mengubah dunia benar-benar mewarnai dekade ini.Menurut riset, hal itu memang terjadi meskipun tidak sesuai dengan jalan yang diharapkan.

Dua ikon industri berbasis internet AS, Time Warner Inc dan America Online Inc,melakukan merger dengan nilai USD156 miliar dan menjadi tanda lahirnya era baru media.Namun tren itu mampu dibendung oleh perpaduan media tradisional dan baru yang dilakukan sangat cepat oleh para pemiliknya. Akibatnya, pendapatan dua perusahaan itu justru menyusut dan sepakat berpisah tahun ini.

Tergusurnya dominasi AS dari daftar perusahaan besar dunia juga dipicu faktor globalisasi. Misalnya perusahaan ritel besar dan kecil AS seperti General Electric Co (GE) sekarang harusmelihatpenyuplai, pasar,dan pesaing mereka secara global.

Sumber : seputar Indonesia-

4 thoughts on “Raksasa Perekonomian Dunia Bergeser Ke Asia”

  1. Kini semakin jelaslah bahwa pendidikan keuangan menjadi semakin penting, kita tak boleh hanya berdiam diri terhadap setiap situasi, jika itu krisis kita akan sengsara jika akibatnya baik kita akan mendapat manfaat tetapi dalam kondisi apapun kita kalau bisa mendapat manfaat atau keuntungan. kita sudah tidak pantas mengkritik pemerintahan atau berusaha merubah pemerintahan untuk mensejahterakan kita, kini semuanya terletak di tangan kita sendiri. Lebih baik mengubah diri sendiri dari pada mengubah sistem orang lain..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *