Gagatan Warga Kepada Pemerintah Tentang Ujian Nasional di Menangkan Mahkamah Agung

ujian-nasional-240408Ujian Nasional merupakan momok yang sangat mengerikan dan meninggalkan trauma pada pelajar dewasa ini. Program ujian Nasional yang merupakan standarisasi tingkat pendidikan dianggap banyak mudarotnya atau tidak mendatangkan manfaat akan tetapi malah membawa persoalan-persoalan baru dalam dunia pendidikan.

Salah satu permasalahan yang muncul adalah dengan adanya kecurangan-kecurangan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional.Sebenarnya Ujian Nasional adalah sistem yang diadopsi oleh dunia pendidikan kita dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura akan tetapi sangat disayangkan sistem ini tidak diikuti oleh pengembangan sumber daya pengajar yaitu Guru yang merupakan tulang punggung utama dunia pendidikan di Indonesia.

Disamping itu dampak negatif yang terjadi pada para siswa yang tidak lulus dalam Ujian Nasional akan membawa siswa kepada trauma yang mendalam sampai-sampai ada beberapa siswa yang coba bunuh diri akibat tidak lulus dalam Ujian Negara padahal siswa tersebut disekolahnya merupakan siswa berprestasi.

Gugatan masyarakat lewat citizen law suit soal penyelenggaraan ujian nasional kembali dimenangkan oleh Mahkamah Agung. Kasasi yang diajukan pemerintah yang menolak putusan pengadilan tinggi soal kemenangan masyarakat atas gugatan UN dinyatakan ditolak Mahkamah Agung.

Gatot Goeidari dari Tim Advokasi Korban UN dalam acara syukuran kemenangan gugatan UN di Jakarta, Rabu (25/11), menyatakan, informasi ditolaknya kasasi pemerintah soal gugatan UN diketahui dari info perkara pada website Mahkamah Agung bernomor register 2596 K/PDT/2008 tanggal 14 September 2009.

Dengan ditolaknya kasasi itu, para guru berharap, UN tidak lagi menjadi alat penentu kelulusan. Penyelenggaraan ujian akhir dan penentuan kelulusan semestinya dikembalikan kepada guru dan satuan pendidikan (sekolah),” ujar Sekretaris Jendral Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Iwan Hermawan, Rabu (25/11) di Gedung Indonesia Menggugat.

Kepastian ditolaknya permohonan kasasi pemerintah ini dituangkan di dalam Putusan MA tertanggal 14 September 2009 seperti dilansir di situs resmi MA. Perkara hukum mengenai UN ini muncul 2006 silam menyusul gugatan warga negara yang diajukan 58 guru. PN Jakarta Pusat mengabulkannya dengan dikuatkan putusan banding dan kasasi.

Kepala sekolah, orangtua siswa, dan siswa yang hadir di dalam acara ini menyambut gembira putusan MA. Selama ini, UN telah menjadi momok bagi siswa, guru, dan orangtua. “Putusan MA ini harus segera ditindaklanjuti,” ucap Dedi Gustiar dari Forum Orangtua Siswa Bandung Raya.

Mahkamah Agung menyatakan menolak permohonan kasasi yang diajukan pemerintah. “Kami sudah cek secara lisan ke panitera maksud putusan menolak itu. Artinya, pemerintah tetap mesti menjalankan putusan dari pengadilan tinggi yang meminta supaya UN ditinjau ulang,” kata Gatot.

Sudah semestinya Indonesia menciptakan suatu sistem pendidikan yang arahannya mengembangkan potensi siswa dalam berkreasi dan dalam dunia pendidikan dengan didukung guru pengajar yang prefisional dan memiliki tingkat intelejensi untuk mengarahkan siswa ke arah pendidikan yang bersumber pada budi pekerti, penguasaan teknologi dan memiliki manset yang baik.

1 thought on “Gagatan Warga Kepada Pemerintah Tentang Ujian Nasional di Menangkan Mahkamah Agung”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *