Bangunan Suci agama Islam dan Kristen Dalam Satu Bagunan yang Sama

Jhon Lenon pernah membayangkan atau berimajenasi apa jadinya kalau didunia ini tidak ada negara,suku dan agama? tentunya sama dengan cita-cita yang aku inginkan, aku pernah berkhayal andai saja semua agama yang dianut umat manusia sama,atau anda saja suku yang asal manusia terdiri dari satu ras,satu suku dan satu bangsa tampa ada suatu perbedaan tapi saling mengasihi dan menyayangi,tidak pernah ada orang memaksakan suatu kehendaknya kepeda orang lain,mungkin bumi akan damai!

Adanya kerjasama saling memahami dan saling membantu serta mengisi antar umat beragama sangat jarang terwujud, di negara kita kadang tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan ini kerap membuahkan suatu masalah dan akhirnya saling membenci,saling menjatuhkan bahkan saling membunuh!

Ternyata di salah satu tempat didunia ini masih ada fenomena yang sangat langkah, satu bangunan digunakan untuk tempat sakrarl dan temapt suci 2 agama,yaitu agama kristen dan Islam,tempat tersebut bernama Makedonski Brod. Khawatir akan kedatangan pengunjung dan pengaruh orang luar, warga Makedonski Brod, Makedonia barat daya, menyembunyikan rahasia ini selama bertahun-tahun.

Gedung tua, yang hanya ditandai satu tanda salib di luarnya, di dalamnya dihiasi dengan benda-benda Kristen dan juga foto Yesus serta para nabi Islam. Satu batu -yang disebut berasal dari kuburan seorang nabi dari kelompok Islam Bektash, diletakkan di tengah ruangan. Kelompok Islam Bektash adalah cabang dari Islam Sufi yang berasal dari Turki dan tersebar di sebagian wilayah kerajaan Ottoman, termasuk wilayah Balkan.

Bagi warga yang percaya gedung ini adalah tempat mereka berdoa. Bagi umat Kristen gedung itu adalah Gereja Santo Nikola. Tetapi para pemeluk kedua agama itu selama bertahun-tahun berbagi tempat itu dengan tenang. Ini merupakan satu keadaan yang luar biasa di wilayah yang beberapa tahun lalu dilanda peperangan akibat perbedaan agama dan etnis. ‘Keajaiban memang ada’ Baba Ejup Rakipi, kepala pemimpin kelompok Bektash, bercerita bagaimana umat Kristen dan Islam sekali setahun berkumpul di tempat itu untuk merayakan hari Santo Gregorius yang dikenal sebagai “Gjurgjovden”. Pada hari besar itu, setelah berdoa, umat duduk bersama di “meja kasih”.

Mereka minum dari gelas yang sama dan makan dengan garpu yang sama. Makedonia Dinding ruangan dihiasi oleh gambar agama Kristen dan Islam “Ada jiwa manusia yang tidak meragukan atau tidak suka dengan jiwa orang lain, karena kami adalah ciptaan Tuhan dan tidak bisa dipisahkan,” ujarnya. Para pakar sejarah di ibukota Makedonia, Skopje mengatakan tempat suci di Makedonski Brod ini pertama kali dibangun sebagai gereja di abad ke 14, tetapi hancur saat invasi Ottoman.

Tetapi legenda di wilayah ini menyebut bahwa gereja itu dibangun kembali sebagai tempat suci di abad ke 18 oleh seorang ulama Muslim, dalam upaya mengusir kutukan dari rumah yang sedang dia bangun dan selalu ambruk. Di tempat suci itu sekarang, pendeta gereja Ortodoks, Marko, mengatakan dia seringkali berdoa untuk umat Islam yang datang ke tempat suci ini dan “kadang keajaiban memang ada”. Dia bercerita tentang seorang anak muslim bisu yang tiba-tiba bisa berbicara setelah didoakan secara agama Kristen Ortodoks. “Sayangnya, saya tidak punya bukti ilmiah untuk mendukung peristiwa itu,” tambahnya. ‘Kita semua sama’ Pendeta ini tidak memiliki masalah dengan berbagi tempat bersama pemeluk agama lain. “Kami berasal dari satu pencipta, jadi kita semua adalah sama di mata Tuhan apapun agama kita -Islam, Katolik Roma atau Ortodoks.

Kita adalah sama dan Rahmat Tuhan sama bagi semua orang,” tegasnya. Sementara itu menurut para pakar sejarah tempat suci di Makedonski Brod bukan satu-satunya tempat seperti itu di negara tersebut. Pakar etnologi Elizabeta Koneska selama bertahun-tahun mempelajari fenomena ini. Dia mengatakan tempat berdoa seperti itu sangat biasa dijumpai di negara kecil seperti Makedonia. “Selama berabad-abad, warga yang tinggal di tempat yang sama juga berdoa di tempat pemujaan yang sama,” ujarnya. “Meski upacara keagamaan dilakukan dengan diam-diam, warga menghormati dan memiliki rasa toleransi terhadap satu sama lain”.

semoga di negara kita agama tidak di campuradukan dengan kepentingan pihak-pihak tertentu,Budaya,kehidupan berbangsa,tapi hendaklah ajaran-ajaran agam yang bersifat plural dan membumi bisa kita terapkan melalui sikap dan tingkah laku kita dalam masyarakat

2 thoughts on “Bangunan Suci agama Islam dan Kristen Dalam Satu Bagunan yang Sama”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *