Perhitungan Massa Subur Awal Perencanaan Kehadiran Bayi dalam Keluarga Anda

Sudah lama anda mendambakan seorang bayi hadir dalam keluarga and?mungkin tulisan ini dapat setidaknya memberikan tambahan wawasan agar anda mengerti proses kehadiran seorang bayi. setidaknya kita tau siklus dan masa subur yang selama ini merupakan salah satu proses untuk menghadirkan seorang bayi dalam rahim seorang istri selain berdoa dan berusaha

Kehamilan dapat terjadi ketika sperma bertemu dengan sel telur yang belum dibuahi di saat yang tepat dari siklus menstruasi si wanita. Ketika Anda dan pasangan sedang mengupayakan kehamilan, perhitungan waktu sangatlah penting dan ini adalah yang utama yang menentukan keberhasilan sebuah kehamilan. Sel telur yang sehat bertemu sperma sempurna tak akan berarti apa pun, jika mereka tidak bertemu. Untuk mengupayakan pertemuan itu, sebaiknya seks dilakukan di hari ovulasi (ketika sel telur matang terlepas dari ovarium), atau beberapa hari sebelumnya (sperma bisa hidup di dalam saluran reproduksi wanita selama beberapa hari).

Anda bisa mencoba mengupayakan kehamilan dengan bercinta setiap beberapa hari sekali untuk memastikan masa ovulasi Anda tidak terlewatkan. Atau, jika ide untuk bercinta setiap hari dan rutin terdengar mengerikan (ada sebagian orang yang tidak menyukai rutinitas)dan terkesan berlebihan, Anda bisa belajar untuk mengetahui kapan waktu tersubur Anda dan menyesuaikan jadwal bercinta Anda(bukankan segala sesuatu rencana akan berhasil bila waktu yang dipilih tepat ?).

Berikut adalah beberapa cara dan tips untuk menentukan tanggal-tanggal masa subur seorang wanita.

1. Catat siklusnya
Salah satu salah persepsi mengenai kesuburan wanita adalah setiap wanita berovulasi dan berada pada puncak kesuburannya pada hari ke-14 dari siklus haidnya. Hal itu hanya benar adanya untuk wanita yang memiliki siklus reguler dan tidak terputus, selama 28 hari. Pada kenyataannya, ovulasi bukan terjadi 14 hari sejak hari pertama menstruasi, tetapi 14 hari sebelumnya. Jadi, jika siklus menstruasi Anda cukup teratur, Anda bisa mengestimasi tanggal ovulasi dengan mengurangi tanggal tersebut sebanyak 2 minggu dari tanggal seharusnya Anda akan mendapatkan menstruasi berikutnya. Misal, wanita dengan siklus 30 hari akan berovulasi sekitar hari ke-16, dan mereka yang memiliki siklus 26 harian, biasanya berovulasi di hari ke-12.

2. Temperatur tubuh
Mencatat basal body temperature (BBT), yakni temperatur tubuh di pagi hari sebelum beraktivitas apa pun, adalah salah satu cara untuk mengukur ovulasi. Suhu normal tubuh wanita yang sedang tidak berovulasi adalah 35-37 derajat Celsius, namun ketika akan melepaskan sel telur, BBT meningkat sekitar setengah derajat dan tetap pada angka tersebut hingga sesaat sebelum haid. Jika Anda mencatat BBT selama beberapa siklus, Anda akan lebih mampu memprediksi ovulasi Anda, dengan catatan, jika siklus Anda reguler. Sayangnya, BBT bukanlah cara terbaik untuk menandai kapan saatnya bercinta untuk mencoba hamil (menghitung masa subur).

3. Menggunakan monitor kesuburan
Jika siklus menstruasi Anda cenderung tidak rutin, coba tanyakan alat pengecek kesuburan kepada dokter kandungan Anda. Biasanya, alat semacam ini bisa digunakan untuk menilai kesuburan Anda melalui air urin dengan mengukur hormon lutein, yang keluar sesaat sebelum ovulasi.

4. Cek lendir serviks
Ada satu cairan tubuh yang bisa membantu Anda “mengintip” siklus ovulasi Anda, yakni cairan vagina Anda. Tak perlu alat apa pun. Anda cukup melihat cairan serviks (Cervical Mucus) yang keluar. Biasanya cairan ini menempel pada celana dalam atau tisu toilet usai Anda mengeringkan vagina setelah cebok. Beberapa hari setelah masa haid Anda berhenti, cairan serviks Anda akan terlihat kering atau kental dan lengket. Lalu beberapa hari berikutnya akan bertambah basah. Ketika mulai terlihat licin dan elastis, mirip putih telur yang mentah, pada saat itulah Anda sedang berada pada masa tersubur.

Metode-metode ini bisa membantu Anda mengidentifikasi fase tersubur dalam siklus menstruasi Anda, namun untuk program yang lebih tepatnya, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan Anda.

Nah semoga saja tulisan ini dapat menjadikan motivasi dan tambahan wawasan untuk anda dan semoga apa yang anda rencanakan dan anda dambakan seorang bayi dalam keluarga segera terrkabulkan, amin…..

sumber: Kompas.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *