Hormon Mempengaruhi Siklus Hidup Pada Wanita

Hormon  adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan memproduksi hormon.
Hormon beredar di dalam sirkulasi darah dan fluida sell untuk mencari sel target. Ketika hormon menemukan sel target, hormon akan mengikat protein reseptor tertentu pada permukaan sel tersebut dan mengirimkan sinyal. Reseptor protein akan menerima sinyal tersebut dan bereaksi baik dengan mempengaruhi ekspresi genetik sel atau mengubah aktivitas protein selular,-

termasuk di antaranya adalah perangsangan atau penghambatan pertumbuhan serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan, pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru (misalnya terbang, kawin, dan perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause).

Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon lainnya. Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular.

Hormon juga merupakan kunci utama penggerak tubuh dan alam pikiran Anda. Hormon memainkan peran yang penting saat Anda hamil, saat Anda merasa bahagia, sedih, bahkan saat Anda mendengkur ketika tidur.

Hormon mengatur pergerakan sel-sel dalam tubuh kita dan ia berfluktuasi seiring dengan pertambahan usia dan apa yang terjadi pada usia tersebut. Untuk beradaptasi dengan perubahan ini, Anda perlu tahu bagaimana kerja hormon tersebut.

Progesteron, yang diproduksi oleh ovarium dan kelenjar adrenal setelah ovulasi, berfungsi memelihara perkembangan sel sehat di dalam rahim. Estrogen diciptakan oleh ovarium, kelenjar adrenal, dan sel-sel lemak, serta mempersiapkan rahim untuk menerima telur tiap bulan. Testosteron dibuat oleh ovarium dan kelenjar adrenal serta mengatur dorongan seksual. Sedangkan hormon thyroid mengontrol metabolisme.

Bagaimana semua hormon ini memengaruhi Anda pada tahap yang berbeda dalam hidup Anda? Dapatkah Anda mengendalikan perubahan hormon ini?

1. Usia 20-30 tahun

Ini adalah puncak fertilitas Anda. Pada usia ini, siklus menstruasi akan teratur. ”Level hormon mengalami perubahan drastis selama siklus menstruasi,” ujar Prof Mary Jane Minkin, profesor klinis bidang kandungan dan kebidanan dari Yale University School of Medicine.

Desakan estradiol (salah satu bentuk esterogen) sekitar 10 hari setelah permulaan masa haid, tepat sekitar masa ovulasi, akan mendorong perasaan bahagia. Sedangkan dorongan progesteron pada paruh kedua siklus Anda dapat membuat Anda mudah tersinggung.

Tanda-tandanya:
* Libido atau nafsu (seks) berubah-ubah saat Anda menggunakan alat kontrasepsi hormonal, seperti pil dan spiral. Saat ini sudah ada kontrasepsi yang menggunakan hormon alami. Jadi, lonjakan atau penurunan gairah seks Anda tidak terlalu fluktuatif.
* Penurunan tingkat kesuburan saat memasuki usia akhir 30 tahun. Jika Anda belum berusia 35 tahun dan tidak juga hamil dalam waktu satu tahun, segera temui spesialis endokrinologi. Namun, jika usia Anda di atas 35 tahun, batasi waktunya hanya 6 bulan (karena semakin usia bertambah, semakin sulit kehamilan terjadi).

Solusi: Agar fungsi hormon Anda tidak terlalu naik-turun, konsumsi sayuran hijau seperti kembang kol dan brokoli. ”Dua jenis makanan ini bisa menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron,” ujar Eva Cwynar, ahli endokrinologi dari Beverly Hills.

Usia 40an
Jadwal menstruasi Anda masih tetap sama, tetapi produksi hormon estrogen dan progesteron dari ovarium Anda semakin berkurang. Anda juga memasuki masa pra-menopause. Pengurangan hormon itu berlangsung selama 5 tahun. Biasanya akan muncul bercak merah pada kulit, gairah seks menurun, dan lendir pada vagina mulai mengering. Gejala ini datang dan pergi. Tingkat kesuburan Anda pun terus menurun.

Tanda-tandanya:

* Berat badan bertambah. Hormon tiroid adalah penggerak metabolisme tubuh Anda. Semakin bertambah usia, produksi hormon ini jadi berubah. Berkurangnya hormon ini akan mengurangi kerja tubuh untuk mengolah sari makanan sehingga tubuh jadi kelebihan berat.
* Gangguan tidur. Sebelumnya Anda bisa tidur selama 7 jam sehari. Namun, setelah produksi hormon berkurang, Anda akan sering terbangun pada malam hari, bahkan kesulitan untuk tidur.

Solusi: Cara untuk mengatasi gangguan tidur adalah dengan menggunakan suntikan hormon untuk menyeimbangkan kondisi hormon dalam tubuh.

3 thoughts on “Hormon Mempengaruhi Siklus Hidup Pada Wanita”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *