Bandung Dan Mitos Gajah Mada

Pertama kali aku menginjakkan kakiku di kota bandung pada tahun 2002 pada saat itu universitasku mengadakan study tour ke PT DI(dulu IPTN) pada saat itu kondisi PT DI diambang ke bangkrutan. Ada satu kejadian yang membuat aku trauma di kota ini. Pada saat malam tepatnya setelah lawatan ke PT Telkom (RISTI) dan PT DI, Tepat dibelakang gedung asia afrika aku mengalami musibah. Dengan ke 2 temanku kami melintasi daerah belakang gedung asia afrika yang sangat sepi.

Nah disitulah aku hampir ditembak dengan seorang pria dengan rambut panjang dan berbadan tegak (kelihatannya sih dia adalah Intel.Aku mengalami penodongan dan penamparan. Aku sendiri bingung karena kami merasa sama sekali tidak memiliki kesalahan, Dugaan kami adalah pada saat kami melintas ada sebuah transaksi rahasia (tapi kami gak tau transaksi apa itu)

bandung namun tujuannya adalah utuk bekerja. Setelah beberapa minggu dibandung perasaanku mulai nyaman, Kota yang dulunya aku anggap tidak bersahabat kini mulai terasa nyaman Iseng-iseng aku menyelusuri bandung dan mencari sesuatu yang ada sangkut pautnya dengan nama Gajah Mada.

Dari Mulai jalan, gedung maupun perkantoran tidak sama sekali ku temukan nama gajah Mada, Alhasil aku menanyakan pada beberapa penduduk setempat. Rata-rata mereka memberi jawaban yang sama alias tidak tahu menahu. Yang menarik ada seseorang (orangnya sudah berusia Tua) Memberi Jawaban yang mengagetkan yang aku anggap sebagai suatu jawaban yang rasional yang ada dalam masyarakat selama ini.

Legenda tentang perang Bubat, perang yang terjadi antara pasukan majapahit yang dipimpin oleh Gajah Mada melawan rombongan penganti yang berasal dari kerajaan di pasundan dengan membawa Putri diah pitaloka yang bertujuan untuk menikah dengan raja majapahit yang bernama Hayamuruk. Perang tersebut terjadi disekitar aliran sungai berantas. Dengan peristiwa ini Diah Pitaloka melakukan bunuh diri sedangkan semua pasukan yang mengantarkannya semua dibunuh. Dalam legenda yang lain mengatakan kejadian ini merupakan kejadian kesalah pahaman Gajah mada dalam menerima perintah dari Prabu Hayamuruk.

Gara-gara peristiwa ini maka sampai sekarang ada mitos pamali menggunakan Gajah Mada untuk menamakan Jalan, Gedung atau menamakan sebuah bangunan atau tempat di daerah bandung. Dan ada lagi Mitos yang muncul bahwa Orang sunda Laki-laki dilarang mengawini orang wanita jawa (khususnya jawa timur) mereka percaya apabila ini dilakukan akan menimbulkan suatu hal yang kurang baik. Keadaan berbeda bila Wanita sunda menikahi laki-laki jawa maka yang akan terjadi adalah sesuatu yang berdampak baik

Benarkah mitos ini terjadi??tapi menurut pemahaman saya sesuatu yang bila diyakini (benar-benar tertanam dalam keyakinan kita) akan dapat terwujud. Nah untuk menyikapi mitos ini maka tergantung dari keyakinan diri sendiri!dan sekali lagi ini hanyalah MITOS yang tidak wajib untuk dijalani atau dilakukan.

sumber: Oman, Ajo,`maskum

6 thoughts on “Bandung Dan Mitos Gajah Mada”

  1. http://erosndi.blogspot.com

    ehm .. aneh denger cerita tersebut, dan kenapa ada kesalah paham dari gajah mana padahal kalau di telusuri lagi raja 1 ( Raden wijaya )dari majapahit masih keturunan dari sunda yaitu keturunan yang ke 26 dari kerajaan sunda … itu yang pernah saya baca

  2. wah asyik…asyik…
    betul betul betul..
    kl cewek sunda kawin am laki jawa ( read:ngarep=berharap) akan berdampak baik ahahahahay ๐Ÿ˜€ cewek2 bandung kan cuantik cuantik :”) hehe

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *