Waspada Stress Pasca Melahirkan (Baby Blues Syndrom)

depression2Waspadalah apabila terdapat perubahan sikap pada anda(wanita)/istri pada pasca kelahiran bayi, Perubahan sikap yang negatif dengan kondisi emosional yang kurang terkontrol seperti sering marah, cepat tersinggung, dan menjauh dari bayi yang baru dilahirkan, susah tidur dan tiba-tiba sering menangis. Bisa jadi istri anda terserang stress pasca kelahiran atau yang disebut dengan (Baby Blues Syndrom),dan apabila ini tidak segera ditangani berdampak negatif terhadap kesehatan jiwa penderita.

Baby Blues Syndrom adalah tekanan atau stress yang dialami oleh seorang wanita pasca melahirkan karena penderita beranggapan bahwa kehadiran bayi akan mengganggu atau merusak suatu hal dalam hidupnya seperti karier,kecantikan/penampilan dan  aktifitas rutin yang dianggap pentingdalam hidupnya selain itu perubahan hormonal juga dapat mengakibatkan sindrom ini

Penderita Baby Blues Syndrom kebanyakan adalah kalangan wanita karier, artis, Model dan wanita modern tetapi syndrom ini tidak menutup kemungkinan menyerang pada wanita muda (pernikahan dini) dan semua wanita pasca melahirkan

penyebab Baby Blues Syndrom yang dialami kebanyakan ibu pasca melahirkan :

  1. Perubahan hormonal. Pasca melahirkan terjadi penurunan kadar estrogen dan progesterone yang drastis, dan juga disertai penurunan kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang menyebabkan mudah lelah, penurunan mood, dan perasaan tertekan.
  2. Fisik. Hadirnya si kecil dalam keluarga menyebabkan pula perubahan ritme kehidupan sosial dalam keluarga, terutama ibu. Mengasuh si kecil sepanjang siang dan malam sangat menguras energi ibu, menyebabkan berkurangnya waktu istirahat, sehingga terjadi penurunan ketahanan dalam menghadapi masalah.
  3. Psikis. Kecemasan terhadap berbagai hal, seperti ketidakmampuan dalam mengurus si kecil, ketidak mampuan mengatasi dalam berbagai permasalahan, rasa tidak percaya diri karena perubahan bentuk tubuh dari sebelum hamil serta kurangnya perhatian keluarga terutama suami ikut mempengaruhi terjadinya depresi.
  4. Sosial. Perubahan gaya hidup dengan peran sebagai ibu baru butuh adaptasi. Rasa keterikatan yang sangat pada si kecil dan rasa dijauhi oleh lingkungan juga berperan dalam depresi.

Gejala

Gejala seseorang menderita Baby Blue Syndrom adalah terlihat secara psikologis kejiwaannya dan gejala awal sama dengan gejal stress  seperti di bawah ini:

  1. Perasaan cemas,kawatir ataupun was was yang berlebihan, sedih, murung, dan sering menangis tanpa ada sebab(tidak jelas penyebabnya).
  2. Seringkali merasa kelelahan dan sakit kepala dalam beberapa kasus sering migren.
  3. Perasaan ketidakmampuan, misalnya dalam mengurus si kecil.
  4. Adanya perasaan putus asa

Apabila gejala diatas tidak disadari dan lama kelamaan tekanan/stress yang dirasakan semakin kuat/semakin besar maka penderita akan mengalami trauma/depresi paska kelahiran yang berat kalau telah mengalami hal ini maka diperlukan penanganan dokter psikologis secara berkala, gejala dari depresi tersebut adalah :

  1. Kelelahan yang berkepanjangan, susah tidur, dan insomnia.
  2. Hilangnya perasaan bahagia dan minat untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.
  3. Tidak memperhatikan diri sendiri dan menarik diri dari keluarga dan teman.
  4. Tidak memperhatikan atau bahkan perhatian yang berlebihan pada si kecil.
  5. Perasaan takut telah menyakiti si kecil.
  6. Tidak tertarik pada seks.
  7. Perasaan berubah-ubah dengan ekstrim, terganggu proses berpikir dan konsentrasi.

Cara Penanganan Baby Blues Syndrom

Cara penanganan atau tindakan yang harus keluarga (suami) lakukan adalah sebagai berikut :

  1. Selalu berdoa kepada Allah agar diberi taufik dan kemudahan dalam menjalankan kewajiban kita sebagai seorang ibu.
  2. Tanamkan pada diri untuk selalu bersikap ikhlas dan tulus berperan sebagi ibu baru. Ingatlah balasan yang akan kita dapat di akhirat kelak!
  3. Belajar bersikap tenang dengan mengambil nafas panjang dan fleksibel dalam mengurus si kecil.
  4. Tidurlah ketika si kecil tidur.
  5. Komunikasikan rasa cemas yang dialami dengan pasangan, saudara atau teman dekat.
  6. Luangkan waktu untuk diri sendiri, meski hanya 15 menit untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti mendengarkan murotal, baca buku, atau olah raga ringan.
  7. Ibu tidak diharapkan menjadi ’super mama’, jadi berlaku jujurlah pada diri sendiri maupun orang lain sejauh mana kita dapat melakukan sesuai kemampuan dan minta bantuan orang lain.
  8. Biarkan pasangan atau keluarga membantu dalam urusan rumah tangga dan mengurus si kecil.
  9. Bergabung dan berbagi cerita dengan ibu-ibu baru.
  10. Baby blues bukanlah hal yang memalukan, jadi jangan ragu untuk mengkomunikasikan dengan orang terdekat.

Tindakan Pencegahan (Prefentive)

Tindakan pencegahan atau meminimalisasikan baby blues syndrom adalah

1. dengan mempersiapkan jauh-jauh hari kelahiran yang sehat, si ibu yang hamil dan suaminya harus benar-benar dipersiapkan dari segi kesehatan janin pada saat kehamilan,Mental,finansial dan sosial

2. Adanya pembagian tugas antara suami dan istri pada saat proses kehamilan berlangsung

3. Tanamkan pada benak Ibu hamil bahwa anak adalah anugrah ilahi yang akan membawa berkah dan menambah jalinan cinta kasih di tengah-tengah keluarga

4. Bersama-sama istri merajut suatu kepercayaan dan keyakinan dengan adanya anak karier kita akan terus berjalan

5. Merencanakan mempekerjakan pembantu untuk  membantu mengurus dan merawat bayi dan pekerjaan rumah tangga pasca ibu melahirkan

3 thoughts on “Waspada Stress Pasca Melahirkan (Baby Blues Syndrom)”

  1. assalammualaikum…..aku ingin share ni…ad beberapa masalah pada diriku sendiri 75 persen aku berubah menjadikan pemarah…aku mempunyai dua anak perempuan,Dan keduanya aku mrlahirkan secara cesar. tp Saat akuelahirkan anak pertama aku masih stabil msh seperti wanita yang anggun Dan tdk gampang marah..tp Saatchi kehamilan kedua emosi ku mulai terlihat Dan sampai anak kedua ku umur 3 tahun emosi ku makin sering meledak,Hal yang kecil akupun marah. sungguh aku sulit sekali bersabar kendati kedua anaku sering berantem. …sampai suami ku berkata. … ternyata ini kamu sesungguhnya sifat jelek nya…. padahal dulu aku penyuka anak2….tp knp skr aku jd pemarah bahkan pada anak ku sendiri..soga Allah mengampuni aku…. Dan aku minta saran Dan aku jg ingin tau ap aku mengidap stress atau aku kurang bersabar….terima kasih
    assalammualaikum wr.wb…
    tolong d jawab perihal masalahku

  2. mnrt saya ini penanganannya terletak pada peran suami yg mendampingi.jk demikian, pd keluarga telah pisah dsb bagaimana solusi nya?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *