Shukoi SU20 MK2 Terkunci Misil

sukhoi-su30-mk2-pandjiwinotococcalt

Dua Pesawat tempur sukhoi jenis Su-30 MK2 buatan Rusia yang dibeli oleh pemerintah indonesia untuk memperkuat armada udara kita dalam latihannya terhitung 3 kali Pesawat sukhoi Su-30 MK2 ini telah terkunci oleh misil dari suatu armada tak dikenal di sekitar perairan sulawesi selatan, hal ini sunguh mengehutkan, setelah mendapat laporan dari kedua pesawat ini kontan markas armada angkatan udara kawasan timur sultan hasanudin memngirimkan pesawat jenis boing untuk memantau dan mengejar armada tak dikenal tersebut akan tetapi hal ini tidak menghasilkan apa-apa armada asing tersebut gagal dideteksi oleh armada angkatan udara Indonesia.

Kejadian ini menjadi tanda tanya besar apakah ini merupakan peristiwa uji coba dan bulan-bulanan armada asing terhadap kemampuan armada udara kita? yang jelas alarm misil dari kedua pesawat tersebut sempat berbunyi dan memberikan tanda bahaya, atau karena human error yang ditimbulkan dari pilot karena pada saat latihan ini pilot kita belum begitu mahir untuk menerbangkan jenis pesawat tempur canggih ini sehingga masih di dampingi oleh pilot-pilot profesional yang berasal dari pembuat pesawat jenis ini Rusia.

Selanjutnya Kepala Pusat Penerangan Markas
Besar TNI, Marsda Sagom Tamboen memastikan, baik Komando Armada Timur
(Koarmatim) TNI Angkatan Laut maupun Komando Pertahanan Udara Nasional
(Kohanudnas) TNI Angkatan Udara, keduanya sama-sama tidak mendeteksi
adanya aktivitas kapal perang maupun pesawat tempur asing di wilayah
udara dan laut sekitar Sulawesi Selatan.

Hal itu disampaikan
Sagom, Jumat (20/2), menyusul laporan Komandan Pangkalan Udara TNI AU
Sultan Hasanuddin, Makassar, Marsekal Pertama Ida Bagus Putu Dunia,
yang menyatakan dua pesawat tempur barunya, Sukhoi jenis Su-30 MK2,
telah dikunci peluru missile dari pihak yang tidak diketahui asalnya.

“Untuk hari ini juga tidak ada izin keamanan (security clearance)
yang dikeluarkan untuk pesawat atau kapal (tempur) dari negara mana pun
melintas di kawasan kita terutama di Sulsel. Saya sudah menanyakan itu
ke Koarmatim dan juga ke Kohanudnas. Soal keterangan dari beliau (Ida
Bagus Putu Dunia), memang hal itu kewenangannya,” ujar Sagom.

Saat
ini menurut Sagom, TNI terus melakukan analisis terutama dari data
penerbangan yang terekam dari kedua pesawat tempur dan juga laporan
pihak Koarmatim dan Kohanudnas. Dia mengimbau semua pihak tidak terlalu
dini membuat kesimpulan ada pihak yang mau menyerang kedua pesawat
tempur TNI AU tadi atau mengganggu wilayah kedaulatan Indonesia.

Tidak terburu-buru

Namun
Sagom membantah kemungkinan-kemungkinan lain seperti rusaknya sistem
peringatan pesawat tempur tersebut karena selain masih baru, alarm
peringatan berasal dari kedua pesawat tadi. Saat kejadian, pilot Rusia
tengah melatih pilot-pilot tempur TNI AU. Sagom juga membantah
kemungkinan ancaman serangan berasal dari kapal selam asing.

“Pilihan
kemungkinannya kan memang dua, antara benar-benar dikunci dan akan
ditembak atau karena ada kesalahan sistem. Kalau kemungkinan kedua
sulit lah, karena alarm yang berbunyi dari kedua pesawat bersamaan.
Masak iya, rusak dua-duanya?” ujar Sagom.

Lebih lanjut menurut
Sagom, soal kemungkinan ancaman serangan dari kapal selam juga kecil
kemungkinannya karena teknologi kapal selam belum memungkinkan untuk
menyerang pesawat tempur yang bergerak di udara. Sagom meminta semua
pihak tidak mengambil kesimpulan secara terburu-buru.

7 thoughts on “Shukoi SU20 MK2 Terkunci Misil”

  1. TNI AU jangan anggap remeh tuh alarm Sukhoi bunyi kedua duanya pasti ada yang nyelonong masuk keindonesia, pasti tu pesawat siluman yang tidak mampu dideteksi oleh radar kepunyaan kita, ayo perbarui Alutsista nya dong!

  2. Wah mantap mas andri nich punya kepedulian dan rasa cinta negara(patriotisme) yang besar konon amerika serikat dapat menjadi negara adidaya karena masyarakat/rakyatnya punya jiwa patriotisme yang tinggi, Ayo anak bangsa bangkitkan patriotisme dan kebanggaan terhadap negara kita!

  3. jangan kwatir dl….. pilot kita kan blm mehir di su 30. klo dah mahir bahaya apa aza bisa diatasi. masalah armada musuh nyusup mngkn saja yang jadi masalah kita harus cepat2 menguasai sepenuhnya cara mengendalikan su 30 trus klo bisa tambah lagi pesawatnya.
    saya sebagai anak bangsa ikut prihatin segaligus termotivasi atas kejadian tersebut….kita harus bisa menyeimbangkan kecanggihan alutsista kita supaya NKRI aman srta stabilitas di kawasan asia tenggara aman juga. walau bagaimanapun indonesia sangat dinilai strategis dalam hal apapun termasuk keamanan di indonesia menentukan jalannya perekonemian di kawasan asia tenggara. tenang saja semua pihak masih membutuhkan negara kita aman saja… tp jangan kita lantas santai saja… keseimbangan atulsista antar negara di satu kawasan menentukan pula kawasan itu aman akan rentannya konfik. jadi demi perdamaian maju terus TNI dengan segala kemampuan dan semagat juang nya,,,,,,,bravo indonesia….
    saya harap indonesia py pesawat tempur air superiorty seperti US py Raptor…rusia py T 50. yao PTDI majulah….!!!!!!!!

  4. Kok bisa ya padahal pesawatnya dah canggih banget……cuma usul mungkin kalau sekalian beli pesawat siluman gimana,kan lebih canggih jangankan dikunci radar misil,wong radarnya aja gak bisa detek, tapi yang nerbangkan sapa?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *