Penemuan Dokumen Kuno Tentang Kedasyatan Letusan Krakatau

krakatoa-purba1Masih ingat dengan kisah lama tentang letusan gunung krakatau yang terletak di selat sunda yang menggemparkan bukan saja indonesia akan tetapi asia tenggara pada tahun 1883, ternyata ada salah satu naskah yang sempat terpendam dan terkubur yang berisikan cerita tentang kedasyatan letusan gunung krakatau yang menelan banyak korban.Jika anda pernah menonton film semi dokumenter yang dibuat oleh seorang berkebangsaan belanda yang berjudul “karakatau” mungkin sedikit banyak anda dapat menggambarkan betapa dasyatnya letusan gunung yang berada diselat sunda ini!

Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, Sapta Nirwandar, menyambut baik diterbitkannya dokumen klasik tentang dahsyatnya letusan Krakatau tahun 1883. Sebab, dokumen yang telah 126 tahun terkubur dalam lautan naskah kuno dan ditemukan terpisah di enam negara itu, sekarang sudah bisa dibaca bangsa Indonesia.

“Dokumen klasik bernama Syair Lampung Karam ini adalah karangan Muhammad Saleh, yang mengaku mengalami dan menyaksikan sendiri letusan Krakatau yang amat dahsyat di tahun 1883. Saking dahsyatnya, bunyi letusannya dapat didengar sejauh Manila, Cololbo, Papua Nugini, dan pedalaman Australia,” kata Sapta Nirwandar di Jakarta, Rabu (30/12/2009).

Syair Lampung Karam tentang dahsyatnya letusan Krakatau hasil penelitian Suryadi, –peneliti dan dosen di Leiden University ini, menurut Sapta, teks syairnya bisa direvitalisasi untuk berbagai kepentingan, misalnya di bidang akademik, budaya, dan pariwisata. Salah satunya adalah kemungkinan untuk mengemaskinikan teks syair tersebut dalam rangka agenda tahunan Festival Krakatau.

Syair yang aslinya ditulis dalam aksara Arab-Melayu (Jawi) ini juga dapat direvisi dan diperkenalkan untuk memperkaya dimensi kesejarahan dan penggalian khasanah budaya dan sastra daerah Lampung khususnya dan Indonesia umumnya.

“Dengan terbitnya dokumen langka hasil catatan pribumi satu-satunya tentang letusan Krakatau 1883 itu, bangsa Indonesia mendapat kesempatan untuk mengetahui sebuah dokumen yang ditulis oleh para pendahulu kita,” papar Sapta.

Naskah klasik yang merupakan kekhayaan khasanah budaya Indonesia ini menarik dikaji karena di dalamnya mengandung banyak informasi penting menyangkut bahasa, budaya, dan sejarah Indonesia.

Tags:

letusan krakatau,  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *